• +62 817 18 3232 mayko.sugianto@gmail.com maykohanz

Your search results

Dipercayai Bisnis Properti Akan Naik di Tahun 2017

Posted by Mayko-Sugianto on December 11, 2016
| Blog
| 0

Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah memprediksi tahun 2017 properti akan menggeliat dan akan terus meningkat . Hal ini tak lepas dari iklim politik yang membaik. Sehingga perekonomian juga terus membaik dan berdampak ke berbagai sektor.

Ketua REI Jawa Tengah Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan, properti merupakan salah satu sektor yang tengah gencar dikembangkan oleh pemerintah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi.

Begitu juga dengan rumah komersil yang tahun depan diprediksi akan lebih banyak permintaan dibandingkan dengan  tahun ini. Diakuinya, tahun ini pertumbuhan sektor properti kurang begitu baik bila dibandingkan tahun 2014 dan 2015. “Tahun 2016 banyak sekali halangan yang dirasakan pengembang dalam melakukan proses penjualan properti. Situasi tersebut akan dievaluasi di akhir tahun sehingga 2017 bisa memperbaiki banyak hal, terutama terkait dengan properti

di percayai bisnis properti akan naik di tahun 2017

di percayai bisnis properti akan naik di tahun 2017

Dia mengaku optimis tahun depan lebih baik karena pengembangan rumah FLPP sedang digalakkan dan diberi perhatian khusus pemerintah pusat. Meski demikian, kebijakan pemeirntah pusat bisa sampai ke pemerintah daerah. ”Jadi bukan hanya sekadar kebijakan pusat tapi pelaksanaan ke daerah,” katanya.

 Keoptimisan tersebut dipengaruhi pula adanya program tax amnesty. Usai pelaksanaan tax amnesty yang dilakukan bertahap, masyarakat bisa kembali berinvestasi  di sektor properti.

Menurutnya, Tahun 2014 dianggap masa keemasan dunia properti dengan membukukan 1.007 unit sepanjang pameran setahun. Penurunan angka di tahun 2015 hanya mencatatkan 651 unit penjualan properti saja .

”Hingga pameran ke lima, baru tercatat sekitar 20 unit terjual. Angka ini belum dikalkulasikan dengan pameran ke sembilan (November) dan sepuluh (Desember). Pameran terakhir di tahun ini diharapkan bisa menyamakan angka penjualan di tahun tahun sebelumnya,” katanya.

Beberapa faktor diakui memicu penurunan penjualan unit. Perumahan komersial kerap terkendala KPR dari perbankan dan berlanjut terus hingga relaksasi Loan to Value (LTV) di bulan Agustus 2016. Kondisi ini semakin diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat. 

Baca juga artikel lainnya yuk 

Dampak dari terpilihnya donal dtump mempengaruhi di bisnis properti 

 

shop giay nuthoi trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nu