• +62 817 18 3232 mayko.sugianto@gmail.com maykohanz

Your search results

Investasi properti vs Saham, mana yang lebih menguntungkan?

Posted by Mayko-Sugianto on December 8, 2016
| Blog
| 0

Dalam dunia keuangan, investor itu adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik, yang melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya) baik  dalam jangka  pendek atau jangka  panjang.

Terkadang istilah “investor” juga digunakan untuk  seseorang yang melakukan pembelian properti,komoditi, mata uang, saham perusahaan, ataupun aset lainnya. Tujuannya, untuk memperoleh keuntungan baik untuk jangka panjang ataupun pendek.

Sebagai seorang investor, ketelitian dan kepandaian dalam melihat peluang merupakan syarat utama . Investor juga perlu membuat perencanaan yang matang saat hendak memilih jenis investasi terbaik. Antara properti dan jenis investasi lainnya seperti saham, tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam investasi properti dan saham .

investasi properti vs saham mana yang lebih unggul

investasi properti vs saham mana yang lebih unggul

Increase

Karena sifatnya langka, harga tanah dan bangunan bangunan  sudah pasti akan naik terhadap harga-harga barang yang lainnya . Pasalnya, faktor kelangkaan menciptakan nilai ekonomi tersendiri.

Hal ini tentu saja berbeda dengan investasi di sektor bursa saham. kenaikan harga selembar saham terjadi jika kinerja perusahaan baik, sebaliknya harga akan turun jika kinerja perusahaa memburuk.

Legislation

Di sektor properti, terdapat banyak sekali aturan-aturan yang mengikat, baik dari sisi pengembang maupun dari pembeli. Keterlibatan dan kontrol pemerintah sangat signifikan, sehingga terkadang terasa begitu kompleks. Sebaliknya, hal serupa tidak terjadi di pasar saham yang mempunyai kebebasan mengatur diri sendiri . Di sini, pengawasan pemerintah sangat terbatas.

Management and Maintenance

Investor properti harus mengeluarkan sejumlah uang serta disiplin dalam mengatur dan memelihara properti yang miliknya. Di samping itu, investor juga harus memiliki asuransi guna melindungi properti miliknya dari kerugian yang bisa di sebabkan oleh kebakaran atau bencana alam lainnya  

Income

Pendapatan potensial properti didapat dari hasil menyewakan properti tersebut kepada pihak lain yang menyewa . Nilai sewa bergantung pada harga pasar dan kemampuan penghuni untuk membayar sewa pada waktu tertentu. Di sisi lain, berinvestasi dalam bentuk saham akan mendapat deviden (pembagian keuntungan) setiap tahun dari kepemilikan saham tertentu .

Tentu saja, dalam setiap investasi pasti ada resiko. Seperti property bubble yang terjadi di Amerika Serikat beberapa tahun lalu.

Inflation Hedge

Dikutip dari buku `Menjadi kaya Melalui Properti’ tulisan Panangian Simanungkalit, kenaikan harga tanah dan bangunan setiap tahunnya, sudah terbukti lebih tinggi dari laju inflasi. Kenaikan harga tanah di lokasi yang berkembang minimal 15%, sementara tingkat inflasi berada di bawah angka 10%. Inilah yang menyebabkan tanah dan bangunan berupa rumah, ruko, dan apartemen merupakan aset yang paling tahan terhadap gerusan inflasi.

Sebaliknya, sektor saham sangat sulit menghadang inflasi, karena investasi berupa uang (kertas), nilainya bisa tergerus inflasi. Kondisi ini menyebabkan investor di sektor finansial tidak bisa menjaga daya beli mereka.

 

 

Baca juga artikel lainnya yuk 

Saatnya berhemat saat musim hujan datang 

shop giay nuthoi trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nu