• +62 817 18 3232 mayko.sugianto@gmail.com maykohanz

Your search results

Pajak dan Biaya yang Harus Dibayar Saat Membeli Apartemen

Posted by Caeron on April 26, 2016
| Blog
| 0

Sebagai warga negara yang baik kita harus membayar pajak tepat pada waktunya. Begitu juga jika anda mempunyai properti seperti apartemen, maka pajak merupakan salah satu elemen penting yang harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya agar anda dapat terhindar dari yang namanya tax evasion. Tax evasion merupakan salah satu tindakan melawan hukum yang diakibatkan oleh kekeliruan dalam menentukan dasar perhitungan biaya pajak yang berlaku dalam properti tersebut. Oleh karena itu, penjual dan pembeli yang terlibat dalam bisnis properti tersebut harus benar-benar mengetahui macam-macam pajak yang terkait didalamnya.

taxPajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN atas penjualan properti dikenakan terhadap kegiatan penjualan bangunan baik berupa rumah, apartemen, kondominium maupun jenis-jenis lainnya. PPN diberlakukan pada saat pembayaran uang muka maupun pada saat pelunasan pembelian. PPN akan dikenakan kepada Pembeli yang dipungut oleh penjual dengan catatan penjual adalah Pengusaha Kena Pajak. Yang menjadi dasar pengenaan PPN tersebut adalah nilai transaksi sebenarnya, namun apabila nilai transaksi tersebut di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) maka yang menjadi dasar pengenaannya adalah NJOP tersebut.

BPHTB
pajak ini dikenakan terhadap semua transaksi apartemen baik baru maupun lama  yang dibeli dari developer atau perorangan. Besarnya 5 % dari nilai transaksi setelah dikurangi nilai jual objek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP). Di Jakarta NJOPTKP ditetapkan pemerintah provinsi sebesar Rp 60 juta. misalkan, untuk apartemen seharga Rp100 juta, BPHTB yang harus dibayar adalah 5% x (Rp100 juta – Rp60 juta) = Rp2 juta.

AJB, Pertelaan dan BBN

AJB, pertelaan dan BBN biasanya  merupakan suatu paket. Besarnya kurang lebih satu persen. Jadi, bila harga apartemen Rp100 juta, biaya yang harus dirogoh untuk ketiga item itu adalah Rp1 juta.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
PPnBM hanya berlaku untuk produk properti yang berkelas mewah seperti rumah mewah, town house, apartemen, dan juga kondominium dengan tarif PPnBM sebesar 20%. Yang harus diingat, pajak ini hanya dikenakan untuk properti mewah  senilai 10 M keatas yang dijual oleh pihak developer. Artinya, apabila properti mewah tersebut dijual secara perorangan, maka PPnBM tidak akan dikenakan (tidak berlaku).

Kesimpulannya, bagi anda  calon penjual maupun pembeli properti, maka yang harus anda lakukan adalah memenuhi persyaratan biaya dan perpajakan yang telah ditentukan agar anda dapat terhindar dari yang namanya korupsi pajak. Namun, jika anda mengabaikan semua itu, maka anda akan dikenakan hukuman pidana perpajakan.

shop giay nuthoi trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nu